AGAMA dan MASYARAKAT

  • FUNGSI AGAMA

     Agama merupakan salah satu bentuk perilaku manusia yang telah terlembagaFungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yaitu:

  1. kebudayaan
  2. sistemsosial dan
  3. kepribadian
– Teori fungsional dalam melihat kebudayaan adalah bahwa kebudayaan merupakanwujud suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan peraturan.
– Mempertahankan keseimbangan pribadi,
– Aksioma teori fungsional agama adalah segala suatu yang tidak berfungsi akan lenyapdengan sendirinya. menurut Roland Robetson (1984), diklasifikasikan berupa:
  1. keyakinan
  2. praktek
  3. pengalaman
  4. pengetahuan dan
  5. konsekuensi
– Masyarakat-masyarakat industri sekuler
– Masyarakat industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan.
– Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi penting bagiagama.
– Pada umumnya kecenderungan sekulerisasi mempersempit ruang gerak kepercayaan dan pengalaman keagamaan yang terbatas.
– Agama yang menerima nilai-nilai institusional baru, melainkan agama yang bersifataliran-aliran.
  • PELEMBAGAAN AGAMA

Agama begitu universal, permanen (langgeng) dan mengatur dalam kehidupan. Menurut perkataan (Elizabeth K. Notinghan, 1954), yaitu :

  1. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sacral.
  2. Masyarakat-masyarakat praindustri yang sedang berkembang.NU, semula organisasi ini tidak mempunyai anggaran dasar (Tahun 1926), baru setelahTahun 1927 organisasi ini dirumuskan;Dari contoh sosial lembaga keagamaan berkembang pola ibadah, pola ide-ide,ketentuan (keyakinan) dan tampil sebagai bentuk asosiasinya atau organisasinya.
  • AGAMA, KONFLIK, dan MASYARAKAT

Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan pengetahuan agama. Agama diyakini sebagai sumbermotivasi tindakan individu dalam hubungan sosial. Ada dua kehidupan :

  1. Cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan group sosial
  2. Perseorangan, kolektivitas dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya.

– Perilaku sebagai pegangan individu (way of life) dengan kepercayaan dan taat kepada agamanya.

– Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/12/agama-dan-masyarakat-7/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s